Sekolah tinggi yang
berdiri megah di depan
MUDI Mesjid Raya samalanga, bireuen bernama Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Aziziyah, sekolah tinggi ini merupakan hasil ijtihad Abu MUDI dan para
alumni untuk meningkatkan dan memperluas peranan lulusan MUDI agar dapat lebih
diterima oleh segenap unsur masyarakat. Tak dapat dipungkiri lagi bahwa di
zaman sekarang ini hampir semua lini kehidupan menuntut gelar sarjana bagi
siapa saja yang ingin berperan di dalamnya.
Akan tetapi kemunculan STAI al-aziziyah disekitar kita
sangat mengagetkan dan mengherankan beberapa fakultas yang ada di Nanggroe Aceh
Darussalam khususnya dan diluar aceh umumnya. Kaget kenapa ya ?
Tentunya mereka bukan kaget karena mutu
pendidikannya dan pula bukan karena fasilitasnya akan tetapi yang mereka kaget
tentang penampilan mahasiswa/inya saat melakukan prkuliahan. Yang mana
penampilan ini tidak diterapkan di fakultas lainnya.
Penampilan yang diterapkan Stai Al-Aziziyah terhadap mahasiswa/i
sangat sesuai menurut kaca mata hukum islam dimana mahasiswa/inya berpakaian secara islami.
Karena ini dapat meningkatkan moral bagi mahasiswa/inya.
Penampilan yang bagaimanakah yang diterapkan oleh STAI
al-aziziyah ? yaitu bersarung dan berpeci bagi santri yang kuliyah,. Sedangkan
seluruh mahasiswinya diharuskan memakai penutup wajah (cadar) dan berpakaian
sopan yang tentunya sangat sesuai dengan rambu-rambu islam.akan tetapi hari ini
masih saja ada orang yang buta terhadap makna moral dan norma agam terhadap
berpenampilan saat berada di fakultas. Mana buktinya ? pada suatu hari penulis
pernah bertemu dengan seorang mahasiswa yang kuliyah di aceh, kebetulah tujuan
kami sama. Di dalam Bis kami sempat beramah tamah dan tak disangka pembicaraan
kami sampai kepada masalah pendidikan, sesudah mahasiswa tersebut dengan bangga
menguraikan bagaimana dengan fakultasnya. Setelah itu penulispun tidak
ketinggalan untuk menceritakan bagaimana pendidikan yang ada di STAI
al-aziziyah. Namun baru setengah penulis sampaikan mahasiswa tersebut
tercengang dengan peraturan yang diterapkan STAI AL-AZIZIYAH sehingga dari
lidah tak bertulang mahasiswa tersebut mengeluarkan beberapa kata yang mungkinn
menyakitkan, salah satunya adalah “apakah sang rektor tidak memikirkan tentang
peraturan tersebut yang dapat menghambat mahasiswa dalam belajar sehingga dapat
menghalangi diskusi dengan ;lawan jenis” sungguh tanggapan yang tidak menarik
yang dilandasi dengan rendahnya ilmu pengetahuan.
Nah dari cerita di atas dapat kita jadikan tolak ukur
tentang bagaimanakah pandangan orang lain terhadap penampilan mahasiswa STAI
Al-Aziziyah yang bersarung bagi putra dan bercadar bagi putri.
Akan tetapi walaupun penulis belum menekuni sekolah tinggi
akan tetapi agar para Mahasiswa STAI jangan patah semangat dengan cerita di
atas. Jangan takut, karena banyak juga yang mengacungkan jempol terhadap
penampilan mahasiswa Stai Al-Aziziyah yang berbeda dengan mahasiswa lainnya
bahkan ini menjadi keunikan sendiri bagi mahasiswa Stai Al-Aziziyah.
Sekarang coba kita buat sebuah perbandingan dengan fakultas
yang bersarung dan bercadar dengan yang tidak bersarung dan bercadar pasti akan
menonjolkan beberapa keunggulan diantara keduanya, nah sekarang kita mulai dari
fakultas yang tidak bersarung dan bercadar, disurat kabar maupun media
elektronik realita hampir tiap hari memberitahukan tentang kerusakan moral
adakala yang bersifat pornografi, pelecehan seksual yang hampir semuanya
dilakukan oleh mahasiswa yang berpenampilan kurang sopan aliyas tiada besarung
dan bercadar, sekarang coba kita lihat fakultas yang bersarung dan bercadar
hampir 10 tahun berdirinya Stai Al-Aziziyah tidak pernah dijumpai kasus-kasusu
yang merusak moral bahkan agama sekalipun.
Oleh sebab itu kepuasan dan kebanggaan yang dapat memberi
dampak positif harus selalu menyertai kita dalam mencapai cita-cita kita.
Dengan adanya peraturan seperti itu insyaAllah dapat memberi peran semangat dan
pantang lengah dalam membentuk mahasiswa/i aceh ke depan yang mempunyai
kualitas dan kuantitas yang tinggi dimata tuhan maupun manusiawi, mudah-mudahan.
Oleh ''Staf redaksi mudi post...tahun lalu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar