Senin, 09 Desember 2013

OPINI, fakultas Bersarung dan Bercadar.



Sekolah tinggi yang berdiri megah di depan MUDI Mesjid Raya samalanga, bireuen bernama Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Aziziyah, sekolah tinggi ini merupakan hasil ijtihad Abu MUDI dan para alumni untuk meningkatkan dan memperluas peranan lulusan MUDI agar dapat lebih diterima oleh segenap unsur masyarakat. Tak dapat dipungkiri lagi bahwa di zaman sekarang ini hampir semua lini kehidupan menuntut gelar sarjana bagi siapa saja yang ingin berperan di dalamnya.
Akan tetapi kemunculan STAI al-aziziyah disekitar kita sangat mengagetkan dan mengherankan beberapa fakultas yang ada di Nanggroe Aceh Darussalam khususnya dan diluar aceh umumnya. Kaget kenapa ya ?

Tentunya mereka bukan kaget karena mutu pendidikannya dan pula bukan karena fasilitasnya akan tetapi yang mereka kaget tentang penampilan mahasiswa/inya saat melakukan prkuliahan. Yang mana penampilan ini tidak diterapkan di fakultas lainnya.
      
                      Penampilan yang diterapkan Stai Al-Aziziyah terhadap mahasiswa/i sangat sesuai menurut kaca mata hukum islam dimana  mahasiswa/inya berpakaian secara islami. Karena ini dapat meningkatkan moral bagi mahasiswa/inya.

          Penampilan yang bagaimanakah yang diterapkan oleh STAI al-aziziyah ? yaitu bersarung dan berpeci bagi santri yang kuliyah,. Sedangkan seluruh mahasiswinya diharuskan memakai penutup wajah (cadar) dan berpakaian sopan yang tentunya sangat sesuai dengan rambu-rambu islam.akan tetapi hari ini masih saja ada orang yang buta terhadap makna moral dan norma agam terhadap berpenampilan saat berada di fakultas. Mana buktinya ? pada suatu hari penulis pernah bertemu dengan seorang mahasiswa yang kuliyah di aceh, kebetulah tujuan kami sama. Di dalam Bis kami sempat beramah tamah dan tak disangka pembicaraan kami sampai kepada masalah pendidikan, sesudah mahasiswa tersebut dengan bangga menguraikan bagaimana dengan fakultasnya. Setelah itu penulispun tidak ketinggalan untuk menceritakan bagaimana pendidikan yang ada di STAI al-aziziyah. Namun baru setengah penulis sampaikan mahasiswa tersebut tercengang dengan peraturan yang diterapkan STAI AL-AZIZIYAH sehingga dari lidah tak bertulang mahasiswa tersebut mengeluarkan beberapa kata yang mungkinn menyakitkan, salah satunya adalah “apakah sang rektor tidak memikirkan tentang peraturan tersebut yang dapat menghambat mahasiswa dalam belajar sehingga dapat menghalangi diskusi dengan ;lawan jenis” sungguh tanggapan yang tidak menarik yang dilandasi dengan rendahnya ilmu pengetahuan.

             Nah dari cerita di atas dapat kita jadikan tolak ukur tentang bagaimanakah pandangan orang lain terhadap penampilan mahasiswa STAI Al-Aziziyah yang bersarung bagi putra dan bercadar bagi putri.
           Akan tetapi walaupun penulis belum menekuni sekolah tinggi akan tetapi agar para Mahasiswa STAI jangan patah semangat dengan cerita di atas. Jangan takut, karena banyak juga yang mengacungkan jempol terhadap penampilan mahasiswa Stai Al-Aziziyah yang berbeda dengan mahasiswa lainnya bahkan ini menjadi keunikan sendiri bagi mahasiswa Stai Al-Aziziyah.
         Sekarang coba kita buat sebuah perbandingan dengan fakultas yang bersarung dan bercadar dengan yang tidak bersarung dan bercadar pasti akan menonjolkan beberapa keunggulan diantara keduanya, nah sekarang kita mulai dari fakultas yang tidak bersarung dan bercadar, disurat kabar maupun media elektronik realita hampir tiap hari memberitahukan tentang kerusakan moral adakala yang bersifat pornografi, pelecehan seksual yang hampir semuanya dilakukan oleh mahasiswa yang berpenampilan kurang sopan aliyas tiada besarung dan bercadar, sekarang coba kita lihat fakultas yang bersarung dan bercadar hampir 10 tahun berdirinya Stai Al-Aziziyah tidak pernah dijumpai kasus-kasusu yang merusak moral bahkan agama sekalipun.
      Oleh sebab itu kepuasan dan kebanggaan yang dapat memberi dampak positif harus selalu menyertai kita dalam mencapai cita-cita kita. Dengan adanya peraturan seperti itu insyaAllah dapat memberi peran semangat dan pantang lengah dalam membentuk mahasiswa/i aceh ke depan yang mempunyai kualitas dan kuantitas yang tinggi dimata tuhan maupun manusiawi, mudah-mudahan.

Oleh ''Staf redaksi mudi post...tahun lalu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar