Selasa, 10 Desember 2013



                                                            KONSEP PEMAHAMAN YANG BAIK
                                Oleh:  AkhaZubardjad
             Setiap sesuatu yang diciptakan allah adalah untuk dinikmati oleh hambanya terutama oleh hamba yang disebut manusia, ada yang disadari dan yang tidak disadari,yang disadari sudah tentu jadi hal yang biasa bagi manusia, yang tidak disadari saat tersadari tentu akan lebih terasa sehingga berkesan luar biasa atau istimewa, padahal ia sama saja dengan yang lainnya, hanya karena teknis dan prosedurnya ia bisa jadi istimewa, secara implisit bisa diambil benang merah bahwa suatu hal yang biasa akan berubah jadi istimewa karena teknis dan prosedurnya, atau tidak berubah, ia selalu pada tempatnya tetapi karena banyak yang melihat secara kasat mata, tidak dengan pemahaman yang baik. Maka manakah nikmat tuhanmu  yang  engkau  dustakan?
                           Pemahaman yang baik selalu lahir dari hati yang baik, dan hati yang baik itu adalah hati yang selalu  bisa melukis kekuatan melalui masalah, tersenyum saat tertekan,tertawa saat ia menangis, tabah saat dihina, mengasihi tanpa balasan, damai saat memaafkan, dan dia bertambah kuat dalam doa dan pengharapan pada sang penguasaNYA, saat ia punya semuanya ia akan bisa dekat dan melihat bagaimana bentuk dan merasa bagaimana pemahaman yang baik  itu bisa begitu istimewa, dibanding hal lainnya, dan satu hal yang jadi prinsip pemahaman yang baik ialah kata kata imam Al ghazaly dalam karangan fenomenalnya Ihya ‘ulumuddin ; ’’jika adalah tiap tiap sesuatu itu ada dan terjadi karena qada dan qadar,maka kenapa harus sedih dan gundah” ?

                    Sebuah film yang bagus biasanya dilihat dari endingnya ,apakah happy ending atau sad ending, sama seperti sebuah perjalanan hidup manusia didunia misalnya , bila ia berakhir dengan hidup bahagia, punya istri yang baik, rumah yang bagus dan pekerjaan yang layak, ia mungkin disebut berhasil bukan? sama seperti sebuah kisah dalam film, orang akan membawa pulang sejuta kebahagiaan bila  filmnya berakhir seperti yang mereka harapkan, tapi dalam teori pemahaman yang baik, sebuah film tidak di ukur dari bagaimana film itu berakhir, tidak dilihat dari sejuta kebahagiaan yang dibawa pulang pemirsa saat pulang kerumah saat berakhirnya film tadi, tapi dari konsep yang ditawarkan  sipembuat film tersebut, tidak perduli keadaan hati pemirsa, sama seperti kehidupan seseorang, pemahaman yang baik tidak melihat apa pekerjaan hebatnya, berapa orang istri cantiknya, dan berapa harga rumah barunya, tapi bagaimana dia mendapatkan itu, dari orang tuanya secara tujuh turunan, atau siapa saja orang yang terzhalimi karena hartanyanya, ia memang mungkin bahagia, tapi tahukah anda bahwa dalam bahagia itu terdapat bom waktu kesusahan, dimana ia  dituntut selalu berfikir  untuk bisa menunda peledakannya, atau kalau bisa menonaktifkannya? seperti seseorang yang punya seribu gelas air susu yang sangat disukainya, satu dari seribu adalah air racun sedangkan ia harus meminum tiga gelas sehari untuk membuatnya bahagia, tentu saja walaupun dia berhasil mengambil kebahagiaan dari Sembilan ratus Sembilan puluh Sembilan pastinya ia akan tetap meminum racun pada yang keseribu, apalagi kalau dia tidak  teracuni pada yang keseribu, satu hal yang harus digaris bawahi  bahwa Sembilan ratus Sembilan puluh Sembilan kebahagiaan pada permulaan tidak akan bisa, bahkan tidak ada apa apanya dengan kesusahan pada angka yang keseribu .
            Pemahaman yang baik tidak melihat bahagia adalah tujuan dan harus dicapai, kalaupun jawabannya ia sungguh ia tidak dilihat dari kebahagiaan yang yang diidam idamkan orang banyak, sungguh tidak, bukan bahagia, tapi ketenangan hati, ya ketenangan hati,setiap ketenangan hati belum tentu membawa kebahagiaan, begitu juga bahagia belum tentu ia bisa menarik ketenangan hati, orang yang punya hutang, hidup sederhana, punya pekerjaan yang melelahkan dengan gaji yang sedikit, tidak bisa dikategorikan kepada orang yang bahagia, tapi jika mereka menganut prinsip pemahaman yang baik bisa dijamin bahwa mereka akan punya ketenangan hati,begitu pun orang yang bisa di kategorikan sebagai bahagia,punya rumah yang bagus,punya pabrik dimana mana,istri yang cantik,secara garis besar dinamakan orang yang bahagia bukan?tapi mereka tidak akan punya ketenangan hati jika mereka tidak berprinsip berpemahaman yang baik,karena mereka tidak punya alat yang digunakan untuk menjaga harta yang bergunung-gunung,dan alat itulah yang disebut pemahaman yang baik.
             Berpemahaman yang baik dengan sempurna itu susah bahkan nyaris tidak mungkin,kita harus naik ke level waliyullah mungkin untuk bisa meraihnya,kalau kita tidak punya tiket untuk duduk di bangku vip kita masih bisa duduk di tribun paling atas bukan,tribun yang paling murah yang mungkin kita sanggupi ,kita akan tetap di sebut orang yang menonton bukan?walau kita tidak bisa merinci setiap detik jalannya sebuah pertandingan,seperti mereka yang duduk di tribun vip.Jadi,berpemahaman dengan baik yang baik adalah  pemhaman yang selalu mengkedepankan seribu pemikiran untuk suatu perbuatan,selalu melihat kebawah dalam setiap kesusahan,selalu tenang saat menghadapi masalah,tidak pernah mengeluh pada sang penguasa keadaan untuk setiap perbedaan rintangan yang didapat dalam sebuah permainan, karena dia selalu yakin bahwa semakin banyak perbedaan dalam sebuah kesatuan semakin banyak pula sisi yang akan membuat maju kesatuan tersebut, allah selalu tahu apa yang terbaik pada hambanya, Karena apa yang allah beri itulah yang terbaik walaupun secara lahir kelihatan lemah dan tidak lumrah.
                Pada masa rasulullah hidup sepasang suami istri disebuah rumah berlantai dua,lantai kedua untuk suami istri tersebut,dan lantai pertama untuk dua orang tua si istri,suatu hari suami ingin keluar mencari rezeki, suaminya berkata pada istrinya ;”selepas saya pergi, jangan kamu meninggalkan rumah ini walau sejengkal turun ke bawah,” si istri menjawab” iya suamiku”. lalu berberapa saat kemudian setelah suami itu pergi sakitlah ayah istri tersebut di lantai pertama,Cuma karena janjinya pada suami iya tetap tidak turun melihat orang tuanya yang sakit. lalu wanita itu mengirim orang kepada rasullullah saw. Untuk menanyakan hal tersebut, rasullah menjawab, benar hal yang dilakukannya.lalu meninggallah ayah wanita tersebut,ia mau turun tapi takut akan melanggar janji pada suaminya,lalu diutusnya orang lagi untuk menanyakan pada rasulullah,rasullah saw, lalu beliau bersabda; katakan pada wanita itu bahwa menaati suami lebih baik dari pada melihat orang tuanya yang meniggal, akhirnya sampai setelah dikubur,wanita itu tetap tidak turun melihat orang tuanya tadi karena taat menepati janji pada suami.kemudian rasulullah mengirim utusan pada wanita itu dengan beersabda:”katakana pada wanita itu bahwa Allah sang penguasa keadaaan telah mengmpuni semua dosa orang tuanya tadi,karena taatnya pada suami.”Maka manakah nikmat tuhan yang engkau dustakan?? Wallahu ‘alam bissawab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar