KONSEP PEMAHAMAN
YANG BAIK
Oleh: AkhaZubardjad
Setiap sesuatu yang diciptakan
allah adalah untuk dinikmati oleh hambanya terutama oleh hamba yang disebut manusia,
ada yang disadari dan yang tidak disadari,yang disadari sudah tentu jadi hal
yang biasa bagi manusia, yang tidak disadari saat tersadari tentu akan lebih terasa sehingga
berkesan luar biasa atau istimewa, padahal ia sama saja dengan yang lainnya, hanya karena
teknis dan prosedurnya ia bisa jadi istimewa, secara implisit bisa
diambil benang merah bahwa suatu hal yang biasa akan berubah jadi istimewa
karena teknis dan prosedurnya, atau tidak berubah, ia selalu pada tempatnya tetapi
karena banyak yang melihat secara kasat mata, tidak dengan pemahaman
yang baik. Maka manakah nikmat tuhanmu
yang engkau dustakan?
Pemahaman yang baik
selalu lahir dari hati yang baik, dan hati yang baik itu adalah hati yang
selalu bisa melukis kekuatan melalui
masalah, tersenyum saat tertekan,tertawa saat ia menangis, tabah saat
dihina, mengasihi tanpa balasan, damai saat memaafkan, dan dia bertambah kuat
dalam doa dan pengharapan pada sang penguasaNYA, saat ia punya semuanya ia
akan bisa dekat dan melihat bagaimana bentuk dan merasa bagaimana pemahaman
yang baik itu bisa begitu istimewa, dibanding hal
lainnya, dan satu hal yang jadi prinsip pemahaman yang baik ialah kata kata
imam Al ghazaly dalam karangan fenomenalnya Ihya ‘ulumuddin ; ’’jika adalah
tiap tiap sesuatu itu ada dan terjadi karena qada dan qadar,maka kenapa harus
sedih dan gundah” ?
Sebuah film yang bagus
biasanya dilihat dari endingnya ,apakah happy ending atau sad ending, sama seperti
sebuah perjalanan hidup manusia didunia misalnya , bila ia berakhir dengan hidup
bahagia, punya istri yang baik, rumah yang bagus dan pekerjaan yang layak, ia mungkin
disebut berhasil bukan? sama seperti sebuah kisah dalam film, orang akan membawa pulang
sejuta kebahagiaan bila filmnya berakhir
seperti yang mereka harapkan, tapi dalam teori pemahaman yang baik, sebuah film
tidak di ukur dari bagaimana film itu berakhir, tidak dilihat dari sejuta
kebahagiaan yang dibawa pulang pemirsa saat pulang kerumah saat berakhirnya film
tadi, tapi dari konsep yang ditawarkan
sipembuat film tersebut, tidak perduli keadaan hati pemirsa, sama seperti
kehidupan seseorang, pemahaman yang baik tidak melihat apa pekerjaan hebatnya, berapa orang
istri cantiknya, dan berapa harga rumah barunya, tapi bagaimana dia
mendapatkan itu, dari orang tuanya secara tujuh turunan, atau siapa saja orang
yang terzhalimi karena hartanyanya, ia memang mungkin bahagia, tapi tahukah anda bahwa
dalam bahagia itu terdapat bom waktu kesusahan, dimana ia dituntut selalu berfikir untuk bisa menunda peledakannya, atau kalau
bisa menonaktifkannya? seperti seseorang yang punya seribu gelas air susu yang sangat
disukainya, satu dari seribu adalah air racun sedangkan ia harus meminum tiga
gelas sehari untuk membuatnya bahagia, tentu saja walaupun dia berhasil mengambil
kebahagiaan dari Sembilan ratus Sembilan puluh Sembilan pastinya ia akan tetap
meminum racun pada yang keseribu, apalagi kalau dia tidak teracuni pada yang keseribu, satu hal yang
harus digaris bawahi bahwa Sembilan
ratus Sembilan puluh Sembilan kebahagiaan pada permulaan tidak akan bisa, bahkan tidak ada
apa apanya dengan kesusahan pada angka yang keseribu .
Pemahaman yang baik tidak melihat
bahagia adalah tujuan dan harus dicapai, kalaupun jawabannya ia
sungguh ia tidak dilihat dari kebahagiaan yang yang diidam idamkan orang
banyak, sungguh tidak, bukan bahagia, tapi ketenangan hati, ya ketenangan hati,setiap ketenangan hati belum
tentu membawa kebahagiaan, begitu juga bahagia belum tentu ia bisa menarik
ketenangan hati, orang yang punya hutang, hidup sederhana, punya pekerjaan yang
melelahkan dengan gaji yang sedikit, tidak bisa dikategorikan kepada orang yang
bahagia, tapi jika mereka menganut prinsip pemahaman yang baik bisa dijamin bahwa
mereka akan punya ketenangan hati,begitu pun orang yang bisa di kategorikan
sebagai bahagia,punya rumah yang bagus,punya pabrik dimana mana,istri yang
cantik,secara garis besar dinamakan orang yang bahagia bukan?tapi mereka tidak
akan punya ketenangan hati jika mereka tidak berprinsip berpemahaman yang
baik,karena mereka tidak punya alat yang digunakan untuk menjaga harta yang
bergunung-gunung,dan alat itulah yang disebut pemahaman yang baik.
Berpemahaman yang baik dengan
sempurna itu susah bahkan nyaris tidak mungkin,kita harus naik ke level
waliyullah mungkin untuk bisa meraihnya,kalau kita tidak punya tiket untuk
duduk di bangku vip kita masih bisa duduk di tribun paling atas bukan,tribun
yang paling murah yang mungkin kita sanggupi ,kita akan tetap di sebut orang
yang menonton bukan?walau kita tidak bisa merinci setiap detik jalannya sebuah
pertandingan,seperti mereka yang duduk di tribun vip.Jadi,berpemahaman dengan
baik yang baik adalah pemhaman yang
selalu mengkedepankan seribu pemikiran untuk suatu perbuatan,selalu melihat
kebawah dalam setiap kesusahan,selalu tenang saat menghadapi masalah,tidak
pernah mengeluh pada sang penguasa keadaan untuk setiap perbedaan rintangan
yang didapat dalam sebuah permainan, karena dia selalu yakin bahwa semakin banyak
perbedaan dalam sebuah kesatuan semakin banyak pula sisi yang akan membuat maju
kesatuan tersebut, allah selalu tahu apa yang terbaik pada hambanya, Karena apa
yang allah beri itulah yang terbaik walaupun secara lahir kelihatan lemah dan
tidak lumrah.
Pada masa rasulullah hidup
sepasang suami istri disebuah rumah berlantai dua,lantai kedua untuk suami
istri tersebut,dan lantai pertama untuk dua orang tua si istri,suatu hari suami
ingin keluar mencari rezeki, suaminya
berkata pada istrinya ;”selepas saya pergi, jangan kamu
meninggalkan rumah ini walau sejengkal turun ke bawah,” si istri menjawab” iya
suamiku”. lalu berberapa saat kemudian setelah suami itu pergi sakitlah ayah
istri tersebut di lantai pertama,Cuma karena janjinya pada suami iya tetap
tidak turun melihat orang tuanya yang sakit. lalu wanita itu mengirim
orang kepada rasullullah saw. Untuk menanyakan hal tersebut, rasullah
menjawab, benar hal yang dilakukannya.lalu meninggallah ayah wanita tersebut,ia
mau turun tapi takut akan melanggar janji pada suaminya,lalu diutusnya orang
lagi untuk menanyakan pada rasulullah,rasullah saw, lalu beliau bersabda; katakan pada
wanita itu bahwa menaati suami lebih baik dari pada melihat orang tuanya yang
meniggal, akhirnya sampai setelah dikubur,wanita itu tetap tidak turun melihat
orang tuanya tadi karena taat menepati janji pada suami.kemudian rasulullah
mengirim utusan pada wanita itu dengan beersabda:”katakana pada wanita itu
bahwa Allah sang penguasa keadaaan telah mengmpuni semua dosa orang tuanya
tadi,karena taatnya pada suami.”Maka manakah nikmat tuhan yang engkau
dustakan?? Wallahu ‘alam bissawab.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar