/*
CSS Credit: http://www.templatemo.com/
*/
body {
margin: 0;
padding: 0;
line-height: 1.5em;
font-family: Verdana, Arial, san-serif;
font-size: 11px;
color: #CCC;
background: #000 url(images/templatemo_main_bg.jpg) top repeat-x;
}
a:link, a:visited {
color: #f5ea01;
text-decoration: none;
font-weight: bold;
}
a:active, a:hover {
color: #f5ea01;
text-decoration: underline;
}
p {
margin: 0px;
padding: 0px;
}
.cleaner {
clear: both;
width: 100%;
height: 1px;
font-size: 1px;
}
.cleaner_with_height {
clear: both;
width: 100%;
height: 30px;
font-size: 1px;
}
.cleaner_with_divider {
clear: both;
width: 100%;
height: 1px;
font-size: 1px;
padding: 10px 0 0 0;
margin: 0 0 10px 0;
border-bottom: 1px dotted #B79742;
}
.comment {
padding-left: 20px;
margin-left: 5px;
background: url(images/templatemo_comment_icon.jpg) bottom left no-repeat;
}
/* content and header panel */
#templatemo_header_panel {
clear: both;
width:100%;
margin: 0 auto;
background: #000000 url(images/templatemo_top_bg.jpg) top center no-repeat;
}
#templatemo_header_panel #templatemo_header_section{
clear: both;
width: 960px;
height: 293px;
margin: 0 auto;
}
#templatemo_header_section #templatemo_title_section{
font-size: 55px;
padding: 130px 0 10px 10px;
color: #f5ea01;
}
#templatemo_header_section #tagline {
padding: 15px 0 0 165px;
font-size: 20px;
color: #6b5927;
}
/* end of header */
/* menu */
#templatemo_menu_panel{
clear: both;
width:100%;
height: 47px;
margin: 0 auto;
margin-bottom: 10px;
color: #ffffff;
background: #000000 url(images/templatemo_menu_bg_repeat.jpg) repeat-x;
}
#templatemo_menu_panel #templatemo_menu_section{
width: 930px;
height: 47px;
margin:0 auto;
padding: 0 0 0 30px;
color: #03a0a6;
background: url(images/templatemo_menu_bg.jpg) no-repeat;
}
#templatemo_menu_section ul {
float: left;
width: 930px;
margin: 0;
padding: 15px 0 0 0;
list-style: none;
}
#templatemo_menu_section ul li {
display: inline;
}
#templatemo_menu_section ul li a{
float: left;
width: 110px;
padding: 2px 0;
margin-right: 5px;
font-size: 12px;
font-weight: bold;
text-align: center;
text-decoration: none;
color: #99930d;
border-right: 1px solid #333;
}
#templatemo_menu_section li a:hover, #templatemo_menu_section li .current{
color: #f5ea01;
}
#templatemo_menu_section li .last {
border-right: none;
}
/* end of menu */
/* content */
#templatemo_content {
clear: both;
width: 960px;
margin: 0 auto;
}
#templatemo_content_column_one {
float: left;
width: 178px;
border: 1px solid #846f34;
margin: 0 0 0 10px;
padding: 10px 0 10px 0;
background: #6b5927 url(images/templatemo_180_column_bg.jpg) top center no-repeat;
}
#templatemo_content_column_two {
float: left;
width: 460px;
margin: 0 0 0 10px;
padding: 0;
}
#templatemo_content_column_three {
float: left;
width: 278px;
padding: 10px 0 10px 0;
margin: 0 0 0 10px;
border: 1px solid #312f2b;
background: #181714;
}
/* column one */
#templatemo_content_column_one .column_one_section {
clear: both;
margin: 0px 10px;
}
#templatemo_content_column_one h1 {
margin: 0 0 10px 0;
padding: 0 0 5px 0;
font-size: 14px;
color: #000;
border-bottom: 1px dotted #000;
}
#templatemo_content_column_one .cleaner_with_divider {
margin: 0 0 20px 0;
}
#templatemo_content_column_one ul {
margin: 0px;
padding: 0px;
list-style: none;
}
#templatemo_content_column_one li {
margin: 0px;
padding: 0 0 5px 0;
}
#templatemo_content_column_one a{
color: #181714;
}
/* end of column one */
/* column two */
#templatemo_content_column_two .column_two_section {
clear: both;
width: 418px;
padding: 20px;
margin-bottom: 10px;
border: 1px solid #312f2b;
background: #181714 url(images/templatmeo_column_two_bg.jpg) top right no-repeat;
}
#templatemo_content_column_two h1 {
margin: 0 0 10px 0;
padding: 0 0 10px 0;
font-size: 16px;
color: #f5ea01;
border-bottom: 1px dotted #f5ea01;
}
#templatemo_content_column_two p{
margin: 0 0 5px 0;
padding: 0 0 5px 0;
}
#templatemo_content_column_two img {
border: 5px solid #2e2d29;
margin-bottom: 15px;
}
#templatemo_content_column_two .post_info {
margin: 0 0 20px 0;
color: #fff;
}
#templatemo_content_column_two .post_info a{
color: #f5ea01;
font-weight: normal;
}
#templatemo_content_column_two .post_comment {
border-top: 1px solid #000;
margin-top: 10px;
padding: 10px 0 0 0;
}
/* end of column one */
/* column one */
#templatemo_content_column_three .column_three_section {
clear: both;
margin: 0px 10px;
padding: 10px 0;
}
#templatemo_content_column_three .cleaner_with_divider {
padding: 0px;
margin: 0px;
}
#templatemo_content_column_three h1 {
margin: 10px 0 10px 0;
padding: 0 0 10px 0;
font-size: 14px;
color: #fff;
border-bottom: 1px dotted #FFF;
}
#templatemo_content_column_three a{
font-weight: normal;
}
#templatemo_content_column_three ul {
margin: 0px;
padding: 0px;
list-style: none;
}
#templatemo_content_column_three li {
margin: 0 0 8px 0;
padding: 0 0 8px 0;
}
#templatemo_content_column_three #ad_section {
clear: both;
border-bottom: 1px solid #312f2b;
}
#ad_section h1{
margin: 0 0 10px 10px;
padding: 0px;
font-size: 12px;
font-weight: bold;
border: none;
}
#ad_section .ad_125x125_box {
float: left;
margin: 0 0 10px 10px;
width: 125px;
height: 125px;
}
.ad_125x125_box img {
border: none;
}
.column_three_section .popular_post {
list-style: none;
margin: 0;
padding: 0;
}
.column_three_section .popular_post li{
margin: 0 0 5px 0;
padding: 0 0 5px 0;
border-bottom: 1px solid #22250e;
}
/* end of column one */
/* for bottom palen */
#templatemo_bottom_panel{
width: 960px;
margin: 10px auto 0 auto;
padding: 20px 0;
background: url(images/templatemo_bottom_panel_bg.jpg) top center;
}
#templatemo_bottom_panel .bottom_panel_section {
margin-left: 10px;
width: 550px;
margin-bottom: 20px;
}
.bottom_panel_section h1 {
color: #f2e304;
font-size: 14px;
margin: 0 0 5px 0;
padding: 0 0 5px 0;
}
.bottom_panel_section p{
margin-bottom: 5px;
padding-bottom: 5px;
}
/* end of bottom */
cara ciri trik love
Sabtu, 15 Februari 2014
Selasa, 07 Januari 2014
شيخ الخالدي
CATATAN ABU KEUMALA BUKTI KARAMAHNYA ABUYA MUDAWALI

Abu Keumala pernah
menceritakan beberapa hal-hal penting tentang sejarah kehidupan Abuya Muda Wali
yang beliau tulis di akhir tulisan beliau tentang wazifah Abuya Muda wali.
Berikut ini kami kutip tulisan tersebut tanpa mengubah sedikitpun..Kejadian
–kejadian yang dapat menunjuki kelebihan Abuya
1. Penyusunan struktur organisasi Darussalam
Pada satu waktu
sekitar awal tahun 1953 Abuya memanggil tokoh –tokoh masyarakat yang mendukung
Darussalam baik yang dekat ataupun yang jauh dan para guru guru yang ada di
Darussalam beserta murid murid Bustan untuk menghadiri sebuah majlis yang
diadakan di ruangan Bustanul muhaqqiqin. Setelah para hadirin lengkap hadir
seluruhnya lalu Abuya membuka majlis dengan ummul Qur an, dan Abuya menamakan
majlis ini dengan :
سفينة السلامة والنجاح .
sehingga saya menamakan satu pengajian di
Medan dan sekitarnya dengan nama Safinatus Salamah. Setelah Abuya menyampaikan
maksud dan tujuan majlis ini dengan cara rinci, lalu Abuya menyerahkan kepada
para hadirin untuk dapat menyusun struktur organissi Darussalam. Seterusnya
Abuya meninggalkan majlis dan majlis mulai menyusun dan menetapkan struktur
organisasi yang terdiri dari :
a. Pimpinan
tertinggi Darussalam :Abuya Syekh H.Muhammad Waly Al-khalidy
b. Wakil pimpinan
Darussalam :Tgk. Muhd.Yusuf.Alami
c. Sekretaris
Darussalam :Tgk. Idrus Abd.Ghani
d. Ketua Dep.
Keamanan :Tgk. Abdullah Tanoh mirah
e. Ketua Dep.P.U
:Tgk. Basyah Lhoong.
Pengamat Darussalam
yang terdiri dari beberapa tokoh masyarakat ,antara lain :
Tgk. Nyak Diwan
T. Ramli Akasyah (Widana )
Tgk. Adnan Bakongan
Abu Adnan Bakongan
T. Usman (Camat) Dan didukung pula
oleh beberapa orang tokoh lainya. Sedangkan Depertemen lain disempurnakan
kemudian. Setelah struktur organisasi dibentuk dan ditetapkan lalu Abuya
kembali masuk ke ruangan majlis untuk mengesahkan keputusan majlis tersebut.
Usaha ini semua bertujuan untuk mengangkat keberadaan Darussalam ditengah
tengah masyarakat kaum muslimin.
KUNJUNGAN GUBERNUR, Sekitar tahun 1954
Gubernur Sumatera Utara (Medan ) Mr. S. M. Amin, Residen Aceh Abd. Razak dan
pembesar –pembesar daerah dengan dideking oleh sebuah kompi Brimob mengunjungi
Darussalam. Setibanya Gubernur dan rombongan di pintu gerbang Darussalam, kami
dan rakyat sekitar telah siap menunggu kedatangan rombongan Gubernur dengan
upacara sambutan ala Darussalam. Seterusnya kami persilahkan Gubernur dan
rombongan untuk mengambi tempat dikursi yang telah kami sediakan, sedangkan
diantara gubernur dan residen tersedia kursi yang masih kosong, kemudian saya
(Tgk.Keumala) menjemput Abuya untuk menghadiri majlis. Setibanya Abuya dipintu
ruangan, saya berseru :’’Dengan hormat, para undangan mohon berdiri…..!Abuya
masuk ruangan. Setelah Abuya menyalami Gubernur dan residen,…..“Para undangan
mohon duduk kembali‘’!. Seterusnya majlis dibuka oeh Nya` Diwan. bapak gubernur
dipersilahkan :!......
Inti sari pidato
gubernur:
‘’Pemerintah sangat
bersedih hati dan prihati atas meletusnya peristiwa DI/TII di Aceh ini, yang
telah banyak menelan korban, baik harta benda dan nyawa maupun sarana dan
prasarana lainnya. Olehkarena itu marilah kita bersama-sama bahu membahu
berusaha untuk menciptakan keamanan dan kedamaian, sehingga kita dapat
melaksanakan tugas sehari-hari yang menyangkut dengan agama dan Negara.
Seterusnya atas nama pemerintah, gubernur menyampaikan terimakasih yang
sebanyak-banyaknya kepada Abuya yang telah memberikan sumbangsih yang
sebesar-besarnya kepada terciptanya kembali keamanan di Aceh khususnya dan
didaerah lainnya umumnya diIndonesia’’ ………………..Demikian Gubernur.
Abuya dipersilahkan
‘’…….
Inti sari dari kata
sambutan Abuya:
‘’Peristiwa Aceh
yang dahsyat itu berasal dari salah penafsiran Nash Al-Qur an dan Hadis oleh
para ulama –ulama yang telah mendukung peristiwa tersebut, oleh karenanya,
andaikata para ulama ulama itu dapat didatangkan atau datang ke Darussalam ini,
InsyaAllah saya akan dapat memberikan penafsiran yang benar tentang hukum
peristiwa yang sedang bergejolak. Demikian Abuya. seterusnya para hadirin
beristirahat sambil minum teh, lalu saya mendekati Gubernur memohon kepadanya
atas nama Abuya dan murid Darussalam supaya didirikan sebuah kantor pos
pembantu di Labuhan Haji ,demi kemudahan kami tentang urusan pos. Gubernur
menjawab ‘’ya, saya terima dan saya laksanakan’’ . Itulah kantor pos Labuhan
Haji. Akhirnya gubernur dan rombongan meninggalkan Darussalam .
UNDANGAN PRESIDEN.
Abuya& Sukarno
KH.Wahab Hasbullah,
Abuya
&Abu Hasan
Krueng Kalee
Tidak lama setelah
gubernur mengunjungi Darussalam, Abuya diundang oleh ’ أولى الأمر ضرورى بالشوكة ‘’. Setelah memutuskan nama
yang disepakati, lalu Abuya sebagai ketua majlis melaporkan kepada presiden dan
presiden mengucapkan terimakasih. Akhirnya para ulama meninggalkan istana
menuju daerahnya masing-masing. Dan kepada Abuya khususnya, Presiden menghadiahkan
satu unit mesin listrik bertenaga tinggi, mesin itu dimuatkan melalui Medan
melalui gubernur Sumatera Utara kedalam sebuah kapal laut. Abuya, bupati Aceh
selatan (Kamarusyid) dan saya sendiri ikut bersama-sama melalui laut menuju
Aceh. Inilah satu-satunya mesin listrik didaerah Labuhan Haji.
presiden RI Sukarno
ke Jakarta. Kami rasa undangan ini sangat rapat hubungannya dengan isi
kunjungan gubernur ke Darussalam. Rupanya undangan ini bukan saja kepada Abuya
tetapi undangan yang sama juga ditujukan kepada tokoh–tokoh ulama yang didaerah
masing masimg ada peristiwa yang sama, sekalipun tidak serupa. Diantara tokoh
tokoh ulama Aceh yang diundang antara lain Abuya sendiri, Abu Hasan Krueng kale
dan beberapa orang pengikutnya. Berangkatlah mereka melalui bandara Polonia,
Medan yang mana saya sendiri (Tgk.Keumala) ikut mengantarkan mereka kebandara.
Setibanya di Jakarta Abuya menemui puluhan tokoh-tokoh ulama daerah yang
diundang antara lain dari Padang, Jawa Barat, Maluku dan lain lain. Setelah
berkumpul ulama ulama di istana Negara, lalu presiden menyatakan selamat datang
dan menyampaikan maksud tujuan undangannya, presiden berkata ‘’saya meminta
kepada para ulama yang hadir untuk merumuskan nama dan keberadaan saya sebagai
presiden RI”. Lalu para ulama merumuskan dan sepakat atas usulan Abuya dengan
nama ‘
PENGAKUAN ULAMA
Tgk.Muhammad Ali
Cumat Keumala meriwayatkan sebagai berikut:
‘’Pada akhir tahun
1950 diadakan sebuah forum perdebatan besra di Mesjid Raya Kuta Raja (Banda
Aceh) yang diadakan oleh panitia majlis, ulama–ulama yang hadir dalam forum
tersebut terdiri dari kaum ulama tua disatu pihak dan ulama muda dipihak yang
lain. Sedangkan masalah ynag dperdebatkan terdiri dari 9 masalah termasuk
bilangan rakaat Shalat Tharawih. Dipihak ulama kaum muda muncullah Tgk. Hasbiy
Ash Shiddiqiy untuk mengemukakan satu demi satu masalah yang diperdebatkan,
lalu ulama kaum tua dipersilahkan untuk menanggapinya. Demikian sterusnya
perdebatan itu berlalu diantara mereka selama beberapa malam. Dalam pada itu,
hujjah kaum tua mulai melemah sekalipun prinsipnya masih kuat. Akhirnya
muncullah Abuya untuk menanggapi keseluruhan masalah yang diperdebatkan dengan
member dalil dan nash yang cukup pada setiap permasalahannya, dan Abuya
menerangkan asal usul perselisihan seraya beliau menunjuki orang-orang yang
mendalangi timbulnya perselisihan.ألحمد لله
Kemudian Tgk. Hasbi
Ash Shiddiqi memberikan komentarnya :
‘’Saya tidak berdebat
dengan Tgk. H. Muh. Waly, akan tetapi saya ingin mengetahui apakah ia seorang
yang alim dan bijaksana’’(Demikian riwayat Tgk.Muh.Ali Cumat). Di samping itu
perlu dicatat bahwa ulama yang hadir merasa kagum dan mengakui akan kealiman
Abuya meskipun tidak diucapkan, kecuali Abu Hasan Krueng Kalee yang mengucapkan
langsung bahwa Tgk. H. Muda Wali sangat alim. (tambahan Tgk. Muh. Ali. Cumat).
KUNJUNGAN ULAMA
INDIA
Salah seorang Ulama
besar india berkebangsaan Pakistan mengunjungi Darussalam dekitar awal tahun
1953. Setibanya ulama ini di Darussalam, keesokan harinya ikut bersama kami ke
ruangan Bustanul Muhaqqiqin untuk menurima pelajaran yang akan diberikan Abuya
melalui kitab Tuhfatul muhtaj. Abuya masuk ruangan, pelajaran dimulai dengan
Abuya sendiri membaca kitab. kami memperhatikan surah kitab yang dikemukakan
Abuya pada hari itu sangat tinggi, dengan cara mengkombinasikan hasil pendapat
Ibnu Hajar dalam surah Tuhfah dengan pendapat Muhammad Syarwany dalam hasyiah
pertama Tuhfah dan dihubungkan pula dengan pendapat Ibnu Qasem pada Hasyiah
Tuhfah yang kedua. Kemudian Abuya dapat mentaqrirkan dan mengeluarkan
pendapatnya sehingga merupakan sebuah bentuk Hasyiah yang lain dan langsung
Abuya menulis dengan tangannya pada lembaran kosong kitab Tuhfah yang ada
dihadapannya. Dan tiap-tiap akhir pendapatnya Abuya menulis انتهى ابن سالم (Abuya
sendiri). Saya memperhatikan dengan sungguh–sungguh sikap ulama ini yang duduk
tidak jauh dari saya, bahwa ia sangat merasa kagum atas pembahasan yang
diuraikan Abuya pada setiap masalahyang dibacakan. Pada akhir majlis Bustan
ulama tersebut sempat memberikan kata pengakuaannya. Dikatakan "Saya telah
mengelilingi Negara-negara Islam di Asia Tengah dan Asia Tenggara dari
Pakistan, Mesir, Makkah, Madinah, Yordania, Malaysia, Indonesia tidak pernah
saya dapati Kitab Tuhfah karangan Ibnu Hajar yang dijadikan sebagai mata pelajaran
dii Universitas di Negara Negara tersebut, kecuali di Darussalam ini. Dan saya
belum pernah mendengar pembahasan kitab ini setinggi pembahasan yang saya
peroleh di dalam Bustanul Muhaqqiqin ini.Syukran "!
Akhirnya ulama
India itu meninggalkan Darussalam .
KUNJUNGAN K.H.
SIRAJUDDIN ABBAS
Seiring dengan
kunjungan ulama India, Darussalam dikunjungi pula oleh seorang ulama besar,
pengarang ulung dan merupakan ketua Umum PERTI seluruh Indonesia dari Padang
K.H.Sirajuddin Abbas. Setibanya di Darussalam Abuya langsung menyambut K.H
Siraj ini sebagaimana seorang abang menyambut adiknya yang tersayang. Demikian
pula K.H. Siraj menghadapai Abuya laksana seorang adik menghadapai abangnya
yang tercinta, sekalipun K.H Siraj jauh lebih tua usianya dari Abuya. Demikian
pula tidak luput dari perhatian saya pada saat temu ramah dan muzakarah tentang
agama yang seharusnya diterapkan dalam PERTI terlihat dalam suasana ringan dan
santai.
Tidak lama kemudian
berkunjung pula seorang Ulama terkenal dari Padang yaitu Abuya Labai Sati.
Kunjungan Abuya Labai Sati ke Darussalam, Abuya sambut sebagaimana seroang
murid yang disayanginya, dan Abuya selalu menghormati nya dalm segala suasana.
Berselang beberapa
tahun kemudian, Abusyik Keumala sempat juga berkujung ke Darussalam untuk menemui
Abuya dengan penuh khidmat dan dihormati Abuya sebagai guru besarnya.
Selanjutnya Abusyik dalam sebuah pertemuan dengan Abuya menyodorkan Kitab Al
Hikam yang memang sudah disediakan untuk dibaca Abuya sebagai mengambil berkat.
Abuya membacakan kitab tersebut satu jumlah kalimat pada awalnya dan satu
jumlah kalimat pada khatamnya dan Abuya berdoa. Setelah Abusyik meninggalkan
Darussalam, sampai dikampung Abusyik mengatakan kepada semua keluarganya yang
berkumpul “Waktu saya melihat Tgk.Syehk H.Muh.Waly seakan akan saya melihat
sebuah gedung yang penuh dengan berbagai macam macam intan mutiara didalamnya”.
Demikian ucapan Abusyik Keumala terhadap Abuya.
SAYA MENGETAHUI
TAPI TIDAK BERANI UNTUK BERTANYA
Pada setiap tahun
selama saya di Darussalam, saya melihat waktu selesai shalat idul fitri dan
khutbahnya diadakan sebuah acara ketangkasan pencak silat yang dilakaukan
pasangan panglima panglima dan ditengah–tengah kumpulan massa penonton sudah
disediakan meja dan sebuah kursi untuk Abuya dan dihadapan terletak sebuah
Kitab. Tidak jauh dari dari Abuya saya duduk untuk memeperhatiakan sikap Abuya.
Apabila suasana aksi pencak silat sudah memuncak dan makin seru serta perhatian
penonton tertuju pada aksi pencak silat itu dan saya memusatkan perhatian
terhadap Abuya, ternyata Abuya شغل بنفسه (bimbang dengan dirinya
sendiri) dan bukan dengan aksi pencak silat itu
MANDI ABUYA
Pada setiap
pertengahan bulan Syawal Abuya turun mandi kesungai Krueng Baroe disekitar
kampong Pante Gelima. Sedangkan masyarakat tua muda, laki laki dan perempuan
sudah mengetahui ketentuan acara ini melalui informasi Tanya bertanya. Tepat
waktu acara itu dilaksanakan pantai Krueng Baroe sudah penuh dengan masyarakat
sejak dari jam 08.00 sampai Abuya masuk menghadairi acara tersebut. Sekitar jam
10.00 Abuya hadir ketempat acara. Abuya duduk atas kursi ditenda yang telah
disediakan dan dihadapannya sudah terletak sebuah kitab diatas meja. Acara
dimulai dengan permainan pencak silat sepanjang pantai dengan penuh meriah yang
disakasiakn ribuan masyarakat sekitar Labuahan Haji. Dan saya perhatikan Abuya
sibuk membuka kitab dan membulak balik lembarannya. Sedikitpun tidak tampak
perhatiannya kepada keramaian masyarakat yang ada dihadapannya, tetapi Abuya شغل بنفسه , seterusnya acara makan dimulai dan mandi
Abuya dilaksanakan, sekaligus masyrakat yang hadir ikut mandi bersama, dan
berakhirlah acara ini sampai menjelang waktu azan Dhuhur.
CINCIN ABUYA
Pada jari manis
tangan kanan Abuya terselip sebuah bentuk cincin suasa berbunga segi empat
bujur. Cincin ini bukan saja saya yang melihatnya. Akan tetapi saya yakin semua
murid sudah pernah menyaksikannya. Pada suatu yang senggang saya ingi bertanya
tentang hal cincin itu, tetapi tidak memungkinkan. Hal ini kecil pada hal luas
pembasannya .
SAYA MENGETAHUI DAN
BERANI SAYA BERTANYA
Pada tangan Abuya
selalu kami melihat tersangkut buah tasbih yang tampaknya sebagai amal lazim
baginya,sehingga tidak pernah ditinggal bahkan pada saat menghadap presiden
kecuali pada waktu shalat ,mengajar, waktu makan, waktu zikir khusus dan waktu
mandi. Kami tidak pernah melihat Abuya memegang parang atau cangkul untuk
membersihkan halaman rumahnya, dan tidak pernah memegang martil atau gergaji
untuk memperbaiki dinding rumahnya. Kami kira Abuya tidak memegang benda lain
karena ia takut tertinggal buah tasbihnya. Pada suatu saat yang senggah saya
memberanikan diri untuk bertanya “Abuya …..apakah hikmah kita selalu memegang
buah tasbih ..?’’. Abuya menjawab dengan senyum manis ‘’Kalau kita memegang
pena, teringat apa yang akan kita tuliskan, kalau kita memegang pedang ,
teringat apa yang akan kita pancungkan, dan kalau kita memegang buah tasbih,
teringat zikir apa yang akan kita ucapkan” .saya menjawab ’’ Alhamdulillah
jelas Abuya ’’.
SAYA MENGETAHUI
AKAN TETAPI KEPADA SIAPA SAYA BERTANYA?
Sebagimana saya
mengetahui di pantai laut sebelah selatan batasan Darussalm tertimbun batu
kerikil putih yang hampir sama ukurannya sejak Abuya mendirikan Darussalm dan
dengan batu itulah paya (rawa)Darussalam ditimbun oleh ribuan murid selama bertahun
tahun,karena komplek Darussalam itu 25% daratan dan 75% lainnya rawa-rawa.
Komplek Darussalam sudah tertimbun rata dan Abuya pun wafat. Lalu batu batu di
pantai laut pun hilang semua. Pada tahun 1978 saya dan Tgk H. Sayyid Zain
Badrun serta keluarga menziarahi Abuya ke Darussalam. Langsung kami datang
kepinggir pantai dengan ta`ajjub (heran ) bercampur haru. Dahulunya pantai
batu, kini berganti menjadi kuala. Sekarang kepada siapa saya bertanya …………………?
ألله أكبر لاحولا ولاقوة إلا بالله علي الغظيم
...…....
KHATIMAH
Wazifah Abuya yang
mulia ini saya orbitkan kehadapan saudara saudara sekalian, bukanlah keterangan
catatan dari orang lain akan tetapi merupkan serangkaian catatan emas didalam
kenangan saya sendiri yang Insya Allah tak akan terlupakan untuk selama-lamaya,
memang jarak jauh waktu saya mu`asharah dengan masa kini saya di Medan sudah ±
40 tahun. Namun dalam kenangan saya terasa baru kemarin terpisah dengan Abuya,
perhatikanlah kalau kita ingin menyimpulkan seluruh kegiatan Abuya maka ternyata
tersimpan kedalam 3 pokok perjuangan yaitu ;
Tuntut ilmu dan
mengajar dengan segala macam sistemnya Amar ma`ruf nahi mungkar dengan segala macam
tehniknya, Ibadah
, berzikir dan berdoa dengan segala macam qaedah dan kaifiatnya . Semua Wazifah
Abuya yang telah kita bicarakan merupakan wazifah wazifah lahiriyah sedangkan
wazifah bathiniyah belum/tidak kita bicarakan, seperti: syaja`ah Abuya,
sabarnya, tawakkalnya, tadharru`nya, zahidnya, ikhlasnya, idraknya, pahamnya,
istiqamahnya dan wazifah nafisah lainnya, karena wazifah ini hanya Allah ta`ala
yaىg mengetahui
dan menilainya
عالم الغيب والشهادة هو الرحمن الرحيم
Abuya sudah tiada
……………………..dan Abuya sudah meninggalkan contoh kepada kita semua. Mari kita
ikuti jejak langkahnya menurut kemampuan dan kelayakan yang ada pada kita.
Abuya sudah berangkat. Tgk.Keumala berseru Abuyaku ………Abuya kami ………….tunggulah
kami. kami menunggumu.
ألفاتحة الشريفة untuk Abuya …..
Medan 25 november
1997
TKG.H.SYIHABUDDIN
SYAH(ABU KEUMALA
) LBM MUDI MESRA.
) LBM MUDI MESRA.
Jumat, 03 Januari 2014
BABY/BABI
WAJIB DIBACA...!!! SAUDARAKU KAUM
MUSLIMIN & MUSLIMAT, LINDUNGILAH DIRIMU DAN KELUARGA MU DARI JERATAN BABI
YG SUDAH MENJALAR KE RUMAH2 UMMAT ISLAM. Kita perlu terus waspada dan lindungi
diri kita dari jeratan babi di sekitar kita, yuk simak apa saja jerat-jerat
yahudi pada babi berikut ini : Lemak Lemak & gliserin : softdrink, bahan
kosmetik (facial, hand & body lotion), sabun, bahan roti, eskrim, dll.
Emulsifier : Lesitin, E471-E476, dll. Lard (lemak babi) : coklat, pengempuk /
pelezat rerotian, masakan, dll. Minyak : penyedap masakan Bahan starter Vetsin
(kasus Ajinomoto) Daging Sumber protein hewani yang murah: ham, pork, sausage
(sosis), dendeng Daging babi empuk, serat halus, dan rasanya lezat. Dapat
dipakai sebagai campuran bakso, siomay, bakmi goreng, dll. Tulang Industri
pariwisata : patung, dll. Industri makanan/minuman : arang tulang sebagai
filter penyaring air mineral. Industri obat : gelatin sebagai bahan soft
capsule dan soft candy (permen), penghilang keruh fruit juice. Industri
pertukangan : bahan lem, dll Bulu Bahan kuas (BRISTLE): kuas roti, kuas cat
tembok, kuas lukis. Laporan Badan Pusat Statistik (2002) : Periode Januari –
Juni 2001, Indonesia mengimpor boar bristle & pig/boar hair se-jumlah
282,983 ton (senilai 1.713.309 US $) Cara mengetahui apakah sebuah kuas terbuat
dari bulu babi? Ambil 1 helai, bakar! Bagaimana baunya? Bila baunya sama dengan
bau rambut/kuku binatang yang terbakar, maka itu adalah bulu binatang (bau
protein keratin) Organ Dalam Transplantasi : ginjal, hati, jantung Plasenta :
kosmetika (facial, hand & body lotion), sabun, dll. Usus : sosis, benang
jahit luka, dll. Enzim pencernaan : amilase, lipase, tripsin, pankreatin,
pepsin, dll. Kotoran Pupuk tanaman apel di Jepang Pupuk sayuran (Baturraden,,
Temanggung, Wonosobo, dll.) Darah babi untuk Black Pudding. Kulit Industri
kulit (leather handicrafts): tas, sepatu, dompet, dll Lebih lengkapnya sebagai
berikut daftar penggunaan bagian-bagian tubuh babi dalam berbagai macam produk:
1. Ujicoba senjata kimia: karena kesamaan jaringan kulit /daging babi dengan
manusia. 2. Eskrim: gelatin mencegah kristalisasi gula dan memperlambat proses
pencairan. 3. Pupuk: dibuat dari bulu babi yang diproses. 4. Mentega rendah
lemak: gelatin digunakan untuk memperbaiki teksturnya. 5. Bir: gelatin
digunakan untuk mencerahkan warna minuman agar tidak keruh. 6. Pelembut
pakaian: asam lemak dari tulangnya memberi warna 7. Kuas cat: dibuat dari bulu
babi. 8. Jus buah: gelatin membuat warnanya tampak cerah. 9. Shampo: asam lemak
dari tulang digunakan untuk membuat penampilannya terlihat seperti mutiara. 10.
Lilin: asam lemak dari tulang memperkeras bahan lilin (wax) dan meningkatkan
titik lumernya. 11. Roti: protein dari bulu babi digunakan untuk melembutkan
adonan. 12. Peluru: gelatin dari tulang digunakan untuk mempermudah proses
pemasukan bubuk mesiu ke dalam cangkang peluru. 13. Tablet obat: gelatin
digunakan untuk pembungkusnya agar lebih keras. 14. Bubuk pembersih / deterjen:
asam lemak dari tulang, digunakan untuk mengeraskan serbuknya. 15. Cat: asam
lemak dari tulang digunakan untuk meningkatkan efek kilaunya. 16. Tamborin:
dibuat dari kantung kemih babi. 17. Minuman anggur: gelatin menyerap elemen
keruh sehingga membuat cairannya bening. 18. Kertas: gelatin dari tulang
digunakan untuk meningkatkan kekakuan dan mengurangi kelembaban. 19. Heparin:
digunakan untuk mencegah terjadinya pembekuan darah, diambil dari lendir yang
ada di usus babi. 20. Sabun: asam lemak dari tulang digunakan untuk memperkeras
dan memberi warna sabun. 21. Gabus: gelatin tulang digunakan untuk
merekatkannya. 22. Insulin: diambil dari pankreas babi, karena hampir mirip
dengan struktur kimia dalam tubuh manusia. 23. Yogurt: kalsium dari tulang babi
ditambahkan ke dalam proses pembuatan yogurt. 24. Rokok: hemoglobin dari darah
babi digunakan dalam pembuatan filter rokok yang diharapkan bisa mengurangi
efek kimia yang masuk kedalam tubuh perokok. 25. Negatif film: gelatin tulang
babi digunakan sebagai zat perekat pada lembaran film. 26. Makanan anjing:
hemoglobin darah babi digunakan sebagai zat pewarna merah. 27. Terapi fotodinamik:
hemoglobin digunakan dalam obat untuk merawat retina mata. Obat itu diaktifkan
dengan menembakkan sinar laser ke dalam mata. 28. Pelembab: menggunakan asam
lemak tulang babi. 29. Camilan anjing: moncongnya digoreng. 30. Krayon: asam
lemak digunakan untuk mengeraskannya. 31. Sepatu / tas: lem tulang babi
digunakan untuk meningkatkan tekstur dan kualitas kulit (hewan apapun). Di
samping itu banyak juga sepatu yang terbuat dari kulit babi (bisa dilihat dari
corak bintik pada kulit) 32. Rem kereta: abu tulang babi digunakan dalam proses
produksinya. 33. Pasta gigi: glycerin babi digunakan utuk membentuk tekstur
pastanya. 34. Lem transparan: lem sangat kuat yang digunakan dalam industri
perkayuan, diturunkan dari kolagen babi. 35. Masker wajah: kolagen untuk
menghilangkan kerut. 36. Energi alternatif: bagian-bagian sampah yang tersisa
digunakan sebagai bahan bakar untuk listrik. 37. Energy bar: kolagen yang
diproses merupakan sumber protein yang murah untuk para binaragawan atau mereka
yang ingin membentuk tubuhnya. 38: Keju krim: gelatin menjadikannya stabil. 39.
Whipped cream: gelatin memperbaiki teksturnya. 40. Permen: gelatin babi
digunakan untuk bahan perekat dan pembuat gel, dan memastikan bahwa adonan
permen mencapai tekstur tertentu. Sering digunakan untuk pembuatan jenis permen
liquorice, permen kenyal dan permen karet. Astagfirullah, banyak sekali jeratan
produk dari babi di sekitar kita. Boleh jadi, saat ini ada bagian dari babi
yang telah menjalar ke tubuh kita. Mari cermati produk yang kita konsumsi, agar
terhindar dari hal-hal yang haram/najis. [kibar/Isma/voa-islam.com]
uslubul lughah
اَلنَّخْلُ أَثْمَرَ السَّنَةَ مَرَّتَيْنِ
مَرَّ
أَحَدُ مُلُوْكِ الْفُرْسِ بِشَيْخٍ فَانٍ يَغْرِسُ نَخْلاً وَقَدْ بَلَغَ مِنْ
عُمْرِهِ الثَّمَانِيْنَ. فَقَالَ لَهُ مُسْتَغْرِبًا: "أَتُؤَمِّلُ أَنْ
تَأْكُلَ مِنْ ثَمَرِ هَذَا النَّخْلِ, وَهُوَ لاَ يَحْمِلُ إِلاَّ بَعْدَ
السِّنِيْنَ؟" فَقَالَ: "أَيُّهَا الْمَلِكُ السَّعِيْدُ, غَرَسَ
السَّابِقُوْنَ فَأَكَلْنَا, أَفَلاَ نَغْرِسُ لِيَأْكُلَ اللاَحِقُوْنَ؟"
فَقَالَ الْمَلِكُ: "وَاهًالَكَ!" وَأَعْطَاهُ دِيْنَارًا, فَأَخَذَهُ
وَقَالَ: "أَيُّهَا الْمَلِكُ الْكَرِيْمُ مَاأَعْجَلَ ثَمَرَ هَذَا
النَّخْلُ!" فَاسْتَحْسَنَ جَوَابَهُ, وَقَالَ: "زِهْ, وَأَعْطَاهُ
دِيْنَارًا آخَرَ" فَأَخَذَهُ, وَقَالَ: "أَيُّهَا الْمَلِكُ
الْعَظِيْمُ وَأَعْجَبَ مِنْ كُلِّ سَيْئٍ أَنَّ النَّخْلَ أَثْمَرَ السَّنَةَ
مَرَّتَيْنِ!" فَازْدَادَ الْمَلِكُ اسْتِغْرَابًا وَأَعْطَاهُ دِيْنَارًا
آخَرَ.
ثُمَّ
جَرَّ الْحَدِيْثُ بَيْنَهُمَا أَذْيَالَهُ, وَجَعَلَ الْمَلِكُ يَسْتَطْلِعُ
مَاعِنْدَهُ مِنَ الأَخْبَارِ فيِ شَأْنِ الْمَزْرُوْعَاتِ, كَأَنَّهُ
يُبَاشِرُهَا مِنْ صِغَرِهِ, وَلَمْ يَزَلْ بِهِ حَتَّى آذَنَتِ الشَّمْسُ,
فَهَبَّ بِالإِنْصِرَافِ وَدَعَا لِلشَّيْخِ بِطُوْلِ الْبَقَاءِ وَعَوْدِ
اللِّقَاءِ
POHON KURMA BERBUAH SATU TAHUN DUA KALI
Seorang raja Persia berjalan
melewati seorang kakek tua yang tengah menanam benih pohon kurma, usia kakek
itu sekitar 80-an. Sang raja itu bertanya dengan keheranan melihat kakek tua
yang tengah menanam benih pohon kurma tersebut. “Apakah Anda bermaksud menuai
hasil dari apa yang Anda tanam ini?” Tanya raja
Persia tersebut. “Sedangkan Anda sendiri tahu, pohon kurma itu tidak akan
berbuah kecuali setelah beberapa tahun.” Sang raja menambahkan. Kakek tua itu
menjawab, “Wahai raja yang agung, paduka tentu tahu bahwa orang-orang yang
hidup sebelum kita telah menanam pohon kurma yang kita tuai hasilnya sekarang
ini, dengan demikian kenapa kita tidak menanam benih pohon kurma agar generasi
kita yang akan datang menuai hasilnya?” sang raja berkata, “Ada-ada saja kakek
ini.” Lalu sang raja memberinya hadiah sekantong uang kepada kakek tersebut.
Sang kakek menerimanya dan berkata, “Wahai raja yang mulia, alangkah cepatnya
benih pohon kurma yang hamba tanam ini berbuah!” sang raja kagum akan analogi
kakek itu lalu dia berkata, “Benar juga kek” dan memberinya sekantong uang yang
lain. Sang kakek pun kembali menerimanya dan berkata, “Wahai raja yang agung,
yang paling menakjubkan adalah pohon kurma itu akan berbuah dua kali dalam satu
tahun seperti halnya dua kantong uang yang paduka berikan pada hamba.” Sang
raja semakin kagum akan kakek tua itu dan kembali memberinya sekantong uang
yang lain.
Kemudian keduanya ngobrol banyak,
sang raja menanyakan tentang perihal pertanian, sang kakek pun menjawab
mengenai pertanian seakan-akan kakek tersebut telah bertani sejak dia masih
kecil. Keduanya terus-menerus ngobrol sehingga tanpa terasa matahari pun mulai
terbenam. Maka sang raja pun bersiap-siap untuk pergi dan sebelumnya dia berdoa
agar kakek tersebut berumur panjang dan dia dapat bertemu kembali dengannya.
Langganan:
Komentar (Atom)



.jpg)