Kamis, 05 Desember 2013

CERBUNG BAGIAN DARI NOVEL SAYA............


TABIR CINTA DARUSSALAM
ANTARA KHAYALAN DAN CITA- CITA
Oleh : EL - Hasany
Bila pagi fajar menyingsingkan sinarnya burung murai berkicauan diatas daun dan Dahan, Embun diatas daun berkilau bak permata, kian jatuh ke bumi perlahan-lahan,  bunga-bunga hidup subur indah di taman. menghirup udara pagi segar dan nyaman. Kumbang dan kupu-kupu terbang kian kemari.hinggap dari bunga ke bunga berseri-seri.Tuhan maha pengatur lagi maha penyayang semua yang di ciptakan indah semuanya,  Hewan dan tumbuh-tumbuhan bertasbih kepada nya. marilah kitapun semua taat padanya..[1]
Ketika.! Shameer bunayya al-farisi khan yang di lahirkan di  sebuah desa yang sungguh terpencil. seperti kampung Pulo Daya, bekas jajahan serdadu  inggris dan portugis yang terletak di bagian barat aceh beberapa  abad  yang lalu. melantunkan bait-bait syair atau pantun-pantun yang pernah masyhur dikalangan pecinta qasidah, seperti dayah mudi mesra.  Membuatku tertasaur  akan kisah suatu hari yang masih ku ingat tanggal nya yaitu tanggal 20/11/2004, diriku terduduk di bawah sebatang pohon asam jawa, Dekat persimpangan jalan, diriku termenung! penuh pengharapan, sambil memperhatikan orang yang lalu lalang di jalanan, maklum! karena banyak nya orang yang lewat di jalan. waktu pun masih pagi, ya... pagi yang terang pikiran pun cemerlang begitulah kata orang-orang,
Apa yang shameer lihat pada pagi itu. Semuanya penuh dengan makna–makna tersendiri. ketika aku memerhatikan dedaunan yang sedang berjatuhan. Tiba-tiba dikejutkan oleh seorang teman yang akan berangkat kesekolah. Seraya bertanya padaku....? shameer....! apa yang sedang kau perhatikan..? oohh hmmm itu aja  harus pakek kejut-kejutan segala.... nggak...... ngak....... ngak enggak ngeliat apa apa...(jawabku dengan gagap)  emangnya kenapa...? ‘’tanyaku...
‘’kok kayak orang termenung gitu sich....? oooo....begitu..! aku hanya sedang memerhatikan dedaunan yang jatuh itu...!”sambil aku mengisyaratkan ke sebatang pohon  yang tumbuh di atas perkuburan umum,‘’Emang nya ada apa dengan dedaunan tersebut...? ’’aku jawab pertayaaan nya dengan agak sedikit cuek....aku cuekin dia karena diriku merasa dia orang yang berpendidikan saja, sementara aku tidak berpendidikan,’’ coba deh kamu perhatikan daun-daun yang sedang berjatuhan itu, sama kan..!sama dengan kau dan aku..’’jawabku. “jawaban ku membuatnya terasa bingung, “kok bisa sama! shameer...?sedangkan kita manusia yang hidup dengan nafsu dan pikiran sementara dia tumbuh-tumbuhan. yang hanya hidup dengan perasaan, jika hawanya terlalau panas maka tumbuh-tumbuhan itu akan layu bahkan mati,  kok saya semakin bingung ya?  ’’kau itu sudah begok apa..?atau kau mau begokin aku..???. kau bilang apa tadi..? aku bodohin kamu..?
‘’ku tentang dia habis habisan. akupun di buatnya hampir setengah marah. hingga akhirnya kusuruh dia cepat pergi kesekolah...cepat ke sekolah sana...! ’’lalu dia mengalah. mungkin karena terlalu penasaran dengan jawabanku...? ”tolong maafkan saya shameer.!! pintanya dengan nada mengharap. kali ini saya mengaku kalah, karena aku tak bisa menafsirkan bahasa-bahasa perumpamaan kamu, aku harap kamu bisa menjelaskannya sekarang,‘’aku tak mau menjelaskan karena khawatir dia telat datang kesekolah.....’’Bang madrullah,, Maaf...! abang kan mau kesekolah  jadi kalau aku jelaskan nanti abang telat ke sekolah apa nggak masalah .....? ’’shameer khan(dia memanggil awal dan ujung nama ku), belajar itu kan tidak mesti di sekolah...? belajar itu bisa sama siapa saja , asal dia bisa..dan bukan pada masalah agama. aku kesekolah untuk  belajar. disinipun untuk belajar, jadi tidak masalah telat ke sekolah,, kalau memang benar  apa yang abang bilang. aku akan segera menjelaskannya...
begini bang..... dalam khutbah jum’at kemaren itu Ustazd Ahmad daman huri bilang...’’’’manusia itu ibarat daun. Jika tidak gugur ketanah  hari ini .suatu hari nanti akan gugur juga.begitulah insan yang kita sayang,mereka semua umpama daun. suatu hari nanti akan meninggalkan kita.dan adapun yang kekal hanyalah kasih dan cinta allah terhadap hamba nya,maka bersegeralah mencari cinta , kasih sayang, beserta ridhanya...
Setelah aku jelaskan kata-kata yang pernah di ucapkan oleh ustazd ahmad tadi,dia memberiku ucapan terima kasih. lalu dia memberiku sebuah pujian. mungkin karena masih kuat ingatanku,”tak terima dengan pujian yang diberinya..lalu aku menentang nya dan memarahinya. aku tak mau di puji.karena pujian hanya patut di persembahkan  untuk allah tuhan yang maha esa.. begitulah  yang telah diajarkan oleh tengku aku waktu aku masih belajar di tingkat ibtidaiyah dulu...’aku minta maaf padanya..soal pujian tersebut.lalu kukatakan padanya..masih ingatkah abang atas apa yang pernah disampaikan oleh uha[2] dulu. disaat kita masih sama-sama belajar kitab masailal mubtadi,’’beliau pernah bilang; orang yang suka di puji di dunia ini  dia akan masuk neraka, Naauuzubillah tsumma nauuzubillah[3],  maaf bang madrullah aku tidak mau masuk neraka hanya sibebabkan oleh sebuah pujian, aku sudah enggak suka sama sifat abang.”aku mengatakan itu agar abang tidak memuji  pada orang nya secara  langsung. karena efeknya nanti sangat besar, sebab orang yang mengetahui dirinya sedang di puji oleh orang-orang, akan menimbulkan ujub, riya’ dan takabbur, sedangkan riya’ dan takabbur merupakan sifat yang tercela yang sangat dilarang oleh agama,

Usai itu bang madrullah  langsung  beranjak pergi  ke sekolah  tinggal  lah daku seorang diri  di atas kursi yang terbuat dari batang pohon bambu di bawah pohon asam jawa ini...sebenarnya aku sangat bersedih dalam kegalauan hati..ketika aku melihat remaja – remaja yang seumuran dengan ku.tatkala pagi datang mereka memakai pakaian seragam untuk kesekolah, sementara aku hanya bisa melihat mereka dari tempat dudukku. Di saat itu pulalah aku memohon kepada allah swt,’’ yaallah hamba ini masih bodoh maka cerdikkanlah  hamba ini  dengan engkau menaqdirkan hamba mu  bisa menempuh pendidikan  yang tidak di gemari oleh  mereka, aku memohon  padamu agar aku bisa menempuh pendidikan yang nan jauh dari kampung halaman  agar ingatan ku terfokus pada apa yang di didik suatu hari nanti, semua masa lalu ku yang suram akan ku buang jauh-jauh,pendidikan yang masa lalu ku tempuh dengan penuh keyakinan  kini sudah gagal,ingin ku raih masa yang akan datang  dalam keadaan suci, maka suci kanlah hamba mu ini yaallah.......Amin...
.‘’begitulah doa yang ku pintakan kepada allah swt. Tatkala aku  mencita – citakan sesuatu...

Karna Dunia sekarang seolah-olah sudah sangat berbeda dengan dunia masa nenek kita..dulu sekolah bukanlah prioritas utama, akan  tetapi sekarang sekolah lah yang menjadi prioritas utama dalam   mendapatkan pekerjaan, walau kadang hasil lulusan jauh lebih tidak layak mendapatkan pekerjaan di bidang apa yang sedang mereka kerjakan,,begitu pula dengan orang yang cerdik, mereka lebih memilih berteman antar sesamanya,dari pada mendidik orang bodoh yang mau menerima didikan dari mereka, barangkali yang mereka takuti  adalah kebodohan yang ada pada si bodoh akan menguap pada sipandai yang lucu ini , Apalagi si kaya mereka lebih memilih  bersahabat dengan orang kaya lainnya, bahkan tatkala datangnya si miskin  mereka melihatnya dengan dagu – dagu yang di penuhi jenggot-jengot yang indah dari pemberian allah swt, apakah mereka tidak berpikir jika tidak adanya  orang miskin yang membolak balikkan tanah di kampung-kampung  bahkan di pelosok – pelosok desa mereka tidak  bisa makan apa-apa..? masyaallah..apa yang terjadi sekarang ini ,,’’bukankah..? rasul saw ,menganjurkan kepada kita untuk kasih sayang terhadap sesama, saling menghargai,bahu membahu dalam mengerjakan sesuatu..! bahkan tujuan rasul saw  menganjurkan  kepada kita memberikan zakat, zakat fitrah dihari raya idul fitri, uzhiyah(penyembelihan) dihari raya Idul Adha, tak lain melainkan  fadhilah yang di dapatkan. dan supaya apa yang dirasakan oleh si kaya pada hari itu  dapat pula dirasakan oleh si miskin, itulah alasan  kenapa tidak boleh mengantikan zakat dengan qimah (nilai yang sama)  masalah zakat fitrah dan uzhiyah,[4]

itu sich seolah - olah,, mungkin dan mudah-mudahan ada benarnya, makanya dalam doaku  aku lebih memilih dunia pesantren sebagai jalur alternative bagi pendidikan ku  ke depan,insya allah...karena lulusan pesantren lebih termotivasi  di bidang akhlaknya apalagi bidang intelektualitasnya yang telah terbukti disaat mereka bekerja dan berkalaborasi  dengan pemerintahan sekarang..
BERSAMBUNG....


[1]  Dikutip dari buku zikir mudi mesra
[2] Sebutan untuk kakek laki-laki dari pihak ibu
[3] Kami  berlindung kepada allah,kemudian kami berlindung pada allah
[4] Mustasyfa jilid 1 halaman 396,pada bab yang ke dua ta’wil dan dhaher

Tidak ada komentar:

Posting Komentar