TABIR
CINTA DARUSSALAM
ANTARA
KHAYALAN DAN CITA- CITA
Oleh :
EL - Hasany
Bila
pagi fajar menyingsingkan sinarnya burung murai berkicauan diatas daun dan
Dahan, Embun diatas daun berkilau bak permata, kian jatuh ke bumi
perlahan-lahan, bunga-bunga hidup subur
indah di taman. menghirup udara pagi segar dan nyaman. Kumbang dan kupu-kupu
terbang kian kemari.hinggap dari bunga ke bunga berseri-seri.Tuhan maha
pengatur lagi maha penyayang semua yang di ciptakan indah semuanya, Hewan dan tumbuh-tumbuhan bertasbih kepada
nya. marilah kitapun semua taat padanya..[1]
Ketika.!
Shameer bunayya al-farisi khan yang di lahirkan di sebuah desa yang sungguh terpencil. seperti
kampung Pulo Daya, bekas jajahan serdadu
inggris dan portugis yang terletak di bagian barat aceh beberapa abad
yang lalu. melantunkan bait-bait syair atau pantun-pantun yang pernah
masyhur dikalangan pecinta qasidah, seperti dayah mudi mesra. Membuatku tertasaur akan kisah suatu hari yang masih ku ingat
tanggal nya yaitu tanggal 20/11/2004, diriku terduduk di bawah sebatang pohon
asam jawa, Dekat persimpangan jalan, diriku termenung! penuh pengharapan,
sambil memperhatikan orang yang lalu lalang di jalanan, maklum! karena banyak
nya orang yang lewat di jalan. waktu pun masih pagi, ya... pagi yang terang
pikiran pun cemerlang begitulah kata orang-orang,
Apa
yang shameer lihat pada pagi itu. Semuanya penuh dengan makna–makna tersendiri.
ketika aku memerhatikan dedaunan yang sedang berjatuhan. Tiba-tiba dikejutkan
oleh seorang teman yang akan berangkat kesekolah. Seraya bertanya padaku....?
shameer....! apa yang sedang kau perhatikan..? oohh hmmm itu aja harus pakek kejut-kejutan segala....
nggak...... ngak....... ngak enggak ngeliat apa apa...(jawabku dengan
gagap) emangnya kenapa...? ‘’tanyaku...
‘’kok
kayak orang termenung gitu sich....? oooo....begitu..! aku hanya sedang
memerhatikan dedaunan yang jatuh itu...!”sambil aku mengisyaratkan ke sebatang
pohon yang tumbuh di atas perkuburan
umum,‘’Emang nya ada apa dengan dedaunan tersebut...? ’’aku jawab pertayaaan
nya dengan agak sedikit cuek....aku cuekin dia karena diriku merasa dia orang
yang berpendidikan saja, sementara aku tidak berpendidikan,’’ coba deh kamu
perhatikan daun-daun yang sedang berjatuhan itu, sama kan..!sama dengan kau dan
aku..’’jawabku. “jawaban ku membuatnya terasa bingung, “kok bisa sama! shameer...?sedangkan
kita manusia yang hidup dengan nafsu dan pikiran sementara dia tumbuh-tumbuhan.
yang hanya hidup dengan perasaan, jika hawanya terlalau panas maka
tumbuh-tumbuhan itu akan layu bahkan mati,
kok saya semakin bingung ya?
’’kau itu sudah begok apa..?atau kau mau begokin aku..???. kau bilang
apa tadi..? aku bodohin kamu..?
‘’ku
tentang dia habis habisan. akupun di buatnya hampir setengah marah. hingga
akhirnya kusuruh dia cepat pergi kesekolah...cepat ke sekolah sana...! ’’lalu
dia mengalah. mungkin karena terlalu penasaran dengan jawabanku...? ”tolong
maafkan saya shameer.!! pintanya dengan nada mengharap. kali ini saya mengaku
kalah, karena aku tak bisa menafsirkan bahasa-bahasa perumpamaan kamu, aku
harap kamu bisa menjelaskannya sekarang,‘’aku tak mau menjelaskan karena
khawatir dia telat datang kesekolah.....’’Bang madrullah,, Maaf...! abang kan
mau kesekolah jadi kalau aku jelaskan
nanti abang telat ke sekolah apa nggak masalah .....? ’’shameer khan(dia
memanggil awal dan ujung nama ku), belajar itu kan tidak mesti di sekolah...?
belajar itu bisa sama siapa saja , asal dia bisa..dan bukan pada masalah agama.
aku kesekolah untuk belajar. disinipun
untuk belajar, jadi tidak masalah telat ke sekolah,, kalau memang benar apa yang abang bilang. aku akan segera
menjelaskannya...
begini
bang..... dalam khutbah jum’at kemaren itu Ustazd Ahmad daman huri
bilang...’’’’manusia itu ibarat daun. Jika tidak gugur ketanah hari ini .suatu hari nanti akan gugur
juga.begitulah insan yang kita sayang,mereka semua umpama daun. suatu hari
nanti akan meninggalkan kita.dan adapun yang kekal hanyalah kasih dan cinta
allah terhadap hamba nya,maka bersegeralah mencari cinta , kasih sayang,
beserta ridhanya...
Setelah
aku jelaskan kata-kata yang pernah di ucapkan oleh ustazd ahmad tadi,dia
memberiku ucapan terima kasih. lalu dia memberiku sebuah pujian. mungkin karena
masih kuat ingatanku,”tak terima dengan pujian yang diberinya..lalu aku
menentang nya dan memarahinya. aku tak mau di puji.karena pujian hanya patut di
persembahkan untuk allah tuhan yang maha
esa.. begitulah yang telah diajarkan
oleh tengku aku waktu aku masih belajar di tingkat ibtidaiyah dulu...’aku minta
maaf padanya..soal pujian tersebut.lalu kukatakan padanya..masih ingatkah abang
atas apa yang pernah disampaikan oleh uha[2]
dulu. disaat kita masih sama-sama belajar kitab masailal mubtadi,’’beliau
pernah bilang; orang yang suka di puji di dunia ini dia akan masuk neraka, Naauuzubillah tsumma
nauuzubillah[3], maaf bang madrullah aku tidak mau masuk neraka
hanya sibebabkan oleh sebuah pujian, aku sudah enggak suka sama sifat
abang.”aku mengatakan itu agar abang tidak memuji pada orang nya secara langsung. karena efeknya nanti sangat besar,
sebab orang yang mengetahui dirinya sedang di puji oleh orang-orang, akan
menimbulkan ujub, riya’ dan takabbur, sedangkan riya’ dan takabbur merupakan
sifat yang tercela yang sangat dilarang oleh agama,
Usai
itu bang madrullah langsung beranjak pergi ke sekolah
tinggal lah daku seorang
diri di atas kursi yang terbuat dari
batang pohon bambu di bawah pohon asam jawa ini...sebenarnya aku sangat
bersedih dalam kegalauan hati..ketika aku melihat remaja – remaja yang seumuran
dengan ku.tatkala pagi datang mereka memakai pakaian seragam untuk kesekolah,
sementara aku hanya bisa melihat mereka dari tempat dudukku. Di saat itu
pulalah aku memohon kepada allah swt,’’ yaallah hamba ini masih bodoh maka
cerdikkanlah hamba ini dengan engkau menaqdirkan hamba mu bisa menempuh pendidikan yang tidak di gemari oleh mereka, aku memohon padamu agar aku bisa menempuh pendidikan yang
nan jauh dari kampung halaman agar
ingatan ku terfokus pada apa yang di didik suatu hari nanti, semua masa lalu ku
yang suram akan ku buang jauh-jauh,pendidikan yang masa lalu ku tempuh dengan
penuh keyakinan kini sudah gagal,ingin
ku raih masa yang akan datang dalam
keadaan suci, maka suci kanlah hamba mu ini yaallah.......Amin...
.‘’begitulah doa yang
ku pintakan kepada allah swt. Tatkala aku
mencita – citakan sesuatu...
Karna Dunia sekarang seolah-olah sudah sangat
berbeda dengan dunia masa nenek kita..dulu sekolah bukanlah prioritas utama,
akan tetapi sekarang sekolah lah yang
menjadi prioritas utama dalam
mendapatkan pekerjaan, walau kadang hasil lulusan jauh lebih tidak layak
mendapatkan pekerjaan di bidang apa yang sedang mereka kerjakan,,begitu pula
dengan orang yang cerdik, mereka lebih memilih berteman antar sesamanya,dari
pada mendidik orang bodoh yang mau menerima didikan dari mereka, barangkali
yang mereka takuti adalah kebodohan yang
ada pada si bodoh akan menguap pada sipandai yang lucu ini , Apalagi si kaya
mereka lebih memilih bersahabat dengan
orang kaya lainnya, bahkan tatkala datangnya si miskin mereka melihatnya dengan dagu – dagu yang di
penuhi jenggot-jengot yang indah dari pemberian allah swt, apakah mereka tidak
berpikir jika tidak adanya orang miskin
yang membolak balikkan tanah di kampung-kampung bahkan di pelosok – pelosok desa mereka
tidak bisa makan apa-apa..?
masyaallah..apa yang terjadi sekarang ini ,,’’bukankah..? rasul saw
,menganjurkan kepada kita untuk kasih sayang terhadap sesama, saling
menghargai,bahu membahu dalam mengerjakan sesuatu..! bahkan tujuan rasul
saw menganjurkan kepada kita memberikan zakat, zakat fitrah
dihari raya idul fitri, uzhiyah(penyembelihan) dihari raya Idul Adha,
tak lain melainkan fadhilah yang di
dapatkan. dan supaya apa yang dirasakan oleh si kaya pada hari itu dapat pula dirasakan oleh si miskin, itulah
alasan kenapa tidak boleh mengantikan
zakat dengan qimah (nilai yang sama) masalah zakat fitrah dan uzhiyah,[4]
itu sich seolah - olah,, mungkin dan
mudah-mudahan ada benarnya, makanya dalam doaku
aku lebih memilih dunia pesantren sebagai jalur alternative bagi
pendidikan ku ke depan,insya
allah...karena lulusan pesantren lebih termotivasi di bidang akhlaknya apalagi bidang
intelektualitasnya yang telah terbukti disaat mereka bekerja dan berkalaborasi dengan pemerintahan sekarang..
BERSAMBUNG....
[1] Dikutip dari buku zikir mudi mesra
[2] Sebutan
untuk kakek laki-laki dari pihak ibu
[3]
Kami berlindung kepada allah,kemudian
kami berlindung pada allah
[4]
Mustasyfa jilid 1 halaman 396,pada bab yang ke dua ta’wil dan dhaher

Tidak ada komentar:
Posting Komentar